Indek

Rabu, 12 Mei 2010

Informasi Seputar Mobil Matic




Karena banyaknya mitos dan anggapan miring yang salah terhadap mobil matic maka mobil matic terkesan kurang bagus, repot, jatuh harga, dll sehingga tidak sedikit orang awam takut membeli atau menggunakan mobil matic. Ditambah lagi dengan seringnya terjadi kecelakaan mobil terjun bebas dari parkiran yang secara kebetulan ber-transmisi matic. 
Ada baiknya coba pahami beberapa kesalahan presepsi tentang mobil matic.
Selanjutnya terserah anda :




Mobil apapun jika sudah mogok/mesin tidak bisa hidup sudah pasti tidak bisa didorong untuk menghidupkan mesin. Jika mobil matic mogok, masih bisa didorong ke tempat yg lebih aman dengan posisi tuas di N. Memang benar mobil matic tidak bisa dihidupkan dengan cara mendorong seperti halnya mobil manual, untuk menghidupkan mobil matic sepenuhnya tergantung pada dinamo starter dan aki, selama kedua benda ini tidak bermasalah, mobil maticpun bebas masalah.




Jika dipahami secara betul, mobil matic tidak kalah responsifnya dengan manual, karena transmisinya sudah dilengkapi dengan kick down, yang jika ditekan dalam-2 secara auto transmisi akan berpindah ke posisi terendah dan langsung melejit sesuai yang dibutuhkan. Terlebih apabila ingin santai dan irit BBM bisa memanfaatkan OD (Over drive/jika ada). Dalam ajang DragRace sampai NASCAR sekalipun banyak mengakomodir Transmisi matic, tentunya jenis & tipe maticnya berbeda akan tetapi basicnya tetap matic.




Jika pemakaian secara wajar mobil matic justru lebih murah dan efisien karena plat koplingnya dapat bertahan cukup lama bisa 5 - 10 tahun, oli transmisinyapun untuk penggantian bisa mencapai 20.000 - 40.000 km dan harga perliternya antara Rp.12.500 - 150.000 rb/liter cukup 5-7lt. Harga oli dan jumlah lt yang dibutuhkan tergantung dari tipe mesin/maticnya.




Sampai detik ini bengkel matic sudah cukup banyak, dan hampir seluruh bengkel besar bisa menangani masalah matic.




Itu Dulu...Saat ini seiring perkembangan teknologi dan pandangan orang, mobil matic justru lebih mahal baik baru maupun bekasnya, selisihnya 10 jt untuk mobil baru dan 5 jt untuk yang bekas lebih mahal dari manual.

Disamping point diatas, mobil matic juga punya segudang keuntungan lain yang tidak dimiliki oleh mobil manual :

  1. Praktis dan tidak capek buat ngatasin jalan krodit and super macet kayak Jakarta.
  2. Jika handbreak problem, tidak perlu khawatir saat menghadapi tanjakan securam apapun karena saat tuas di posisi D, mobil tidak akan melorot turun, cukup satu kaki saja di pedal rem.
  3. Bisa diaplikasi dengan stater remote. Saat minum kopi or sarapan pagi, mobil bisa sambil dipanasin, tanpa perlu khawatir nabrak tembok or garasi.
  4. Sedikit lebih aman dari pencurian, karena transmisi matic dapat bergerak jika sudah berintegrasi dengan stater dan electronic unit yang lain, jadi cukup makan waktu buat sipencuri, biasanya pencuri rada males karena smua pencuri punya standart waktu tercepat buat mengambil jarahannya.
  5. Aman dari anak-anak, karena tuas pada posisi P mobil tidak akan bergerak sama sekali, walaupun handbreak tidak aktif. Tuas cukup kuat dari sekedar jangkauan tangan seorang anak, jika kebetulan anak-2 sedang bermain saat mobil dalam keadaan hidup.
  6. Mudah dioperasikan, semudah main bom-bom car, meminimalis konsentrasi.
  7. Semua negara-2 maju prosentasi pemakaian mobil matic jauh lebih banyak dibanding manual.

Atas dasar pertimbangan ini, mengapa harus ragu or trauma dengan yang namanya Matic????

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar